Dekonstruksi Ulul Albāb: Ideal Intelektual Integratif Perspektif Wahbah Az-Zuhailī dan Relevansinya bagi Pendidikan Kontemporer

  • Khozinul Alim
Keywords: Ulul Albāb, Pendidikan Integratif, Epistemologi Islam, Dekonstruksi, Kurikulum Interkonektif.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendekonstruksi konsep Ulul Albāb sebagai ideal intelektual integratif dalam perspektif tafsir Al-Qur'an dan mengkaji relevansinya bagi pendidikan kontemporer. Melalui studi tematik terhadap Tafsir Al-Munir karya Wahbah Az-Zuhailī, penelitian ini mengungkap bahwa Ulul Albāb merupakan prototype intelektual paripurna yang mengintegrasikan tiga karakter utama: (1) kapasitas intelektual-epistemologis (tafakkur) dalam merenungi alam semesta, (2) kesadaran spiritual-teologis (zikir) yang berkelanjutan, dan (3) implementasi etis-praktis (amal shaleh) dalam kehidupan sosial. Analisis tematik menghasilkan sintesis empat dimensi perkembangan menuju Ulul Albāb yaitu epistemologis-intelektual, teologis-spiritual, praktis-aetikalis, dan sosial. Temuan penelitian menunjukkan bahwa konsep ini menawarkan solusi integratif terhadap problem dikotomik pendidikan kontemporer melalui: (1) reorientasi tujuan pendidikan dari instrumentalisme menuju pembentukan insan kamil, (2) pengembangan kurikulum interkonektif yang menyatukan ilmu kauniyah dan wahyu, (3) penerapan metode pembelajaran berbasis tadabbur dan eksperimen, serta (4) rekonstruksi peran guru sebagai murabbi. Signifikansi penelitian terletak pada pendekatan bridging yang menjembatani penafsiran klasik dengan kebutuhan pendidikan kontemporer, menawarkan kerangka outcome pendidikan yang holistik dan aplikatif.

Published
2025-12-30
How to Cite
Alim, K. (2025). Dekonstruksi Ulul Albāb: Ideal Intelektual Integratif Perspektif Wahbah Az-Zuhailī dan Relevansinya bagi Pendidikan Kontemporer. Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 5(2), 28-41. https://doi.org/10.53649/symfonia.v5i2.312