https://symfonia.iaiqi.ac.id/index.php/symfonia/issue/feedSymfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam2026-05-12T06:01:27+00:00Dwi Novianidwinoviani@iaiqi.ac.idOpen Journal Systems<p>Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Al-Quran Al-Ittifaqiah (IAIQI) Indralaya</p>https://symfonia.iaiqi.ac.id/index.php/symfonia/article/view/230Pendidikan Berbasis Kecakapan Hidup (Lifeskils) dalam Islam2026-05-11T02:34:15+00:00Abdul Qohharabdulqohhar001@gmail.comKowarwida Kowarwidakomarwida17@gmail.comHilmin Hilminhilmin@iaiqi.ac.id<p>Pendidikan berbasis kecakapan hidup (lifeskills) merupakan pendekatan pembelajaran yang bertujuan untuk mempersiapkan individu menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari secara efektif. Dalam perspektif Islam, konsep ini sejalan dengan nilai-nilai Al-Qur'an dan Hadis yang menekankan keseimbangan antara pengembangan keterampilan duniawi dan ukhrawi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pendidikan lifeskills dalam Islam serta relevansinya dengan kebutuhan masyarakat modern. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur, mengkaji sumber-sumber Islam seperti Al-Qur’an, Hadis, serta pemikiran ulama dan pakar pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam mendukung pengintegrasian lifeskills dalam pendidikan, mencakup keterampilan spiritual, intelektual, sosial, dan vokasional. Nilai-nilai Islam seperti kerja keras (jihad), tanggung jawab (amanah), dan kolaborasi (ta’awun) menjadi landasan pengembangan kecakapan hidup yang holistik. Implementasi pendidikan lifeskills dalam lembaga pendidikan Islam dapat meningkatkan kemandirian, kreativitas, dan akhlak peserta didik, sekaligus menjawab tantangan globalisasi. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pendidik dan pemangku kebijakan untuk merancang kurikulum yang mengintegrasikan lifeskills dengan nilai-nilai Islam secara seimbang.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong> : Pendidikan Islam, Kecakapan Hidup, Lifeskills, Kurikulum Integratif, Nilai- nilai Islam.</p>2025-12-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Abdul Qohhar, Kowarwida Kowarwida, Hilmin Hilminhttps://symfonia.iaiqi.ac.id/index.php/symfonia/article/view/271Integrasi Nilai Religius dalam Pembelajaran IPA Melalui Kajian Penciptaan Manusia2026-05-11T02:39:07+00:00Rosyidah Dian Chanifaturayuzakiya19@gmail.comSibthi Ismatun Nafi’ahismairta999@ms.iainkudus.ac.idAyu Zakiyatul Ummahayuzakiya@ms.iainkudus.ac.idMuhammad Rikza Muqtadamrmuqtada@uinsuku.ac.id<p><em>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pengertian yang menyeluruh antara ayat-ayat Al Qur'an tentang penciptaan manusia dengan temuan ilmu embriologi modern. Hal ini menyebabkan pembelajaran IPA sering kali dipisahkan dari konteks spiritual yang bisa memberi makna lebih dalam bagi peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan kesesuaian antara tahapan penciptaan manusia menurut Al Qur'an dengan proses perkembangan embrio secara biologis, serta menganalisis dampaknya terhadap cara mengajar IPA. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis tafsir, artikel tentang embriologi dalam konteks Al Qur'an, serta literatur tentang perkembangan biologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istilah nutfah, 'alaqah, dan mudhghah memiliki kesesuaian dengan proses fertilisasi, implantasi, dan organogenesis dalam embriologi modern. Selain itu, tafsir kontemporer menekankan bahwa ayat-ayat tersebut tidak hanya memberikan informasi biologis, tetapi juga menyampaikan pesan teologis tentang kekuasaan dan kebijaksanaan Allah dalam menciptakan manusia. Temuan ini berdampak pada pengembangan pembelajaran IPA yang lebih menyeluruh melalui pendekatan inkuiri, integrasi nilai agama, dan aktivitas reflektif yang bisa meningkatkan pemahaman sains sekaligus membentuk karakter peserta didik yang beriman dan bersyukur.<br><br></em></p>2025-12-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Rosyidah Dian Chanifatur, Sibthi Ismatun Nafi’ah, Ayu Zakiyatul Ummah, Muhammad Rikza Muqtadahttps://symfonia.iaiqi.ac.id/index.php/symfonia/article/view/312Dekonstruksi Ulul Albāb: Ideal Intelektual Integratif Perspektif Wahbah Az-Zuhailī dan Relevansinya bagi Pendidikan Kontemporer2026-05-11T02:40:12+00:00Khozinul Alimkhozinul@iaiqi.ac.id<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mendekonstruksi konsep Ulul Albāb sebagai ideal intelektual integratif dalam perspektif tafsir Al-Qur'an dan mengkaji relevansinya bagi pendidikan kontemporer. Melalui studi tematik terhadap Tafsir Al-Munir karya Wahbah Az-Zuhailī, penelitian ini mengungkap bahwa Ulul Albāb merupakan prototype intelektual paripurna yang mengintegrasikan tiga karakter utama: (1) kapasitas intelektual-epistemologis (tafakkur) dalam merenungi alam semesta, (2) kesadaran spiritual-teologis (zikir) yang berkelanjutan, dan (3) implementasi etis-praktis (amal shaleh) dalam kehidupan sosial. Analisis tematik menghasilkan sintesis empat dimensi perkembangan menuju Ulul Albāb yaitu epistemologis-intelektual, teologis-spiritual, praktis-aetikalis, dan sosial. Temuan penelitian menunjukkan bahwa konsep ini menawarkan solusi integratif terhadap problem dikotomik pendidikan kontemporer melalui: (1) reorientasi tujuan pendidikan dari instrumentalisme menuju pembentukan insan kamil, (2) pengembangan kurikulum interkonektif yang menyatukan ilmu kauniyah dan wahyu, (3) penerapan metode pembelajaran berbasis tadabbur dan eksperimen, serta (4) rekonstruksi peran guru sebagai murabbi. Signifikansi penelitian terletak pada pendekatan bridging yang menjembatani penafsiran klasik dengan kebutuhan pendidikan kontemporer, menawarkan kerangka outcome pendidikan yang holistik dan aplikatif.</em></p>2025-12-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Khozinul Alimhttps://symfonia.iaiqi.ac.id/index.php/symfonia/article/view/433Implementasi Kurikulum Merdeka dan Minat Belajar Siswa pada Pembelajaran PAI dan Budi Pekerti di SDN 147/X2026-05-12T05:06:27+00:00Putri Mela Sarimaprasetyo24@gmail.comKhoirotul Muslimahmaprasetyo24@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka dan implikasinya terhadap minat belajar siswa pada pembelajaran PAI dan Budi Pekerti. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SDN 147/X. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka mendorong pembelajaran yang lebih partisipatif, kontekstual, dan berpusat pada siswa melalui diskusi, tanya jawab, dan aktivitas langsung. Kondisi tersebut berdampak pada peningkatan minat belajar yang tercermin pada perhatian, partisipasi, dan antusiasme siswa, meskipun belum merata. Temuan juga menunjukkan adanya kendala pada aspek kesiapan guru, keterbatasan sarana, dan keragaman karakteristik siswa. Dengan demikian, implementasi Kurikulum Merdeka berpotensi meningkatkan minat belajar siswa secara bertahap apabila didukung oleh strategi pembelajaran adaptif dan lingkungan belajar yang memadai.</p>2026-05-12T04:59:27+00:00Copyright (c) 2026 Putri Mela Sari, Khoirotul Muslimahhttps://symfonia.iaiqi.ac.id/index.php/symfonia/article/view/177Disrupsi Digital dalam Pendidikan Agama Islam: Menimbang Dampak, Tantangan, dan Strategi Adaptasi di Era Masyarakat 5.02026-05-12T05:29:46+00:00Qodrunnadi Alisa Munawarohqodrunnadialisa@gmail.comAhmad Manshurmanshur@unugiri.ac.id<p><em>Era disrupsi digital telah mengubah berbagai sendi kehidupan, termasuk pendidikan. Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai pilar pembentukan karakter generasi muda dituntut merespons pesatnya teknologi tanpa kehilangan esensi nilai Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak teknologi digital terhadap pembelajaran PAI, mencakup peluang, tantangan, dan strategi adaptasi. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kepustakaan, penelitian ini mensintesis lebih dari 50 sumber literatur terindeks SINTA dan prosiding internasional tahun 2018–2026. Temuan menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital menghadirkan peluang berupa aksesibilitas sumber belajar, variasi metode interaktif, serta fleksibilitas belajar. Namun, tantangan serius muncul seperti paparan informasi keagamaan tidak valid, distraksi media sosial, kecanduan gawai, kesenjangan infrastruktur, dan risiko radikalisasi daring. Penelitian menyimpulkan bahwa kunci keberhasilan adaptasi teknologi dalam PAI terletak pada penguatan literasi digital berbasis etika Islam, peningkatan kompetensi TPACK pendidik, pengawasan aktif orang tua, serta sinergi kebijakan antar pemangku kepentingan.</em></p> <p><em>digital technology that is developing in this modern era. From the development of this digital technology, Islamic Religious Education learning has been proven to have a good or bad impact on students, therefore it requires harmony between technological progress and fundamental Islamic values.</em></p> <p> </p> <p> </p>2026-05-12T05:28:01+00:00Copyright (c) 2025 Qodrunnadi Alisa Munawaroh, Ahmad Manshurhttps://symfonia.iaiqi.ac.id/index.php/symfonia/article/view/434Penguatan Pendidikan Islam melalui Sinergi Manajemen Sekolah: Peran Komite Sekolah di SDN 173/X Lambur 2 Tanjung Jabung Timur2026-05-12T06:01:27+00:00Wahyuni Rahayumaprasetyo24@gmail.comWidya Andriyanimaprasetyo24@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis peran komite sekolah dalam penguatan pendidikan Islam melalui sinergi manajemen sekolah di SDN 173/X Lambur 2 Tanjung Jabung Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komite sekolah berperan sebagai mitra strategis dalam mendukung pendidikan Islam melalui penggalangan sumber daya, penyediaan fasilitas, serta keterlibatan dalam perencanaan dan pengawasan program keagamaan. Sinergi dengan manajemen sekolah memperkuat implementasi kegiatan religius yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Namun, efektivitasnya masih dipengaruhi oleh keterbatasan partisipasi anggota, kapasitas manajerial, dan kondisi sosial-ekonomi masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan sinergi manajemen sekolah menjadi kunci dalam mengoptimalkan peran komite sekolah dalam pendidikan Islam.</p>2026-05-12T05:57:26+00:00Copyright (c) 2025 Wahyuni Rahayu, Widya Andriyani